
Sebagai wilayah yang kini bertransformasi menjadi kota industri raksasa, Batang menawarkan peluang sekaligus tantangan besar bagi tenaga kerja lokal.
Menyadari hal tersebut, SMK PGRI Batang tak ingin siswanya hanya menjadi penonton di rumah sendiri.
Melalui sinergi lintas bidang Kurikulum, Humas UP BKK, dan Bimbingan Konseling (BK) sekolah ini menggelar kompas penunjuk arah bertajuk “Sosialisasi Kebekerjaan dan Studi Lanjut Perguruan Tinggi” pada Rabu 22 Januari 2026. Gedung RI Lantai 2 menjadi saksi antusiasme siswa kelas XII yang tengah bersiap menghadapi babak baru pasca-kelulusan.
Tidak tanggung-tanggung, sekolah menghadirkan lima narasumber dari berbagai sektor untuk membedah peta persaingan masa depan:
* Dinas Ketenagakerjaan Batang: Membedah regulasi dan kesiapan mental calon tenaga kerja.
* Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB): Memaparkan secara langsung peluang serapan tenaga kerja di pusat industri internasional kebanggaan Batang.
* UNIKAL: Memberikan karpet merah bagi siswa yang memilih jalur akademik menuju jenjang sarjana.
* LPK Arumi & LPK Wakashio: Membuka cakrawala tentang peningkatan kompetensi melalui program pelatihan dan penempatan kerja profesional di Jepang.
Kepala SMK PGRI Batang, Ibu Eliana Dwi Kurniati, S.Pd. Gr. M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk tanggung jawab moral sekolah agar siswa tidak kebingungan setelah menerima ijazah. “Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata dan keberlanjutan bagi masa depan siswa-siswi SMK PGRI Batang. Ini adalah ikhtiar kami agar lulusan tidak hanya sekadar lulus, tapi tahu ke mana harus melangkah dengan percaya diri,” tutur Ibu Eliana hangat. Nada optimisme juga datang dari Ketua BKK SMK PGRI Batang, Agus Dwi Jayanto, S.Pd.Gr. Ia mengaku bangga melihat kolaborasi lintas bidang yang berjalan mulus demi kepentingan siswa.
Nada optimisme juga datang dari Ketua BKK SMK PGRI Batang, Agus Dwi Jayanto, S.Pd.Gr. Ia mengaku bangga melihat kolaborasi lintas bidang yang berjalan mulus demi kepentingan siswa. Dengan langkah proaktif ini, SMK PGRI Batang optimis bahwa lulusannya tidak hanya akan terserap secara kuantitas, tetapi juga memiliki kualitas yang mampu bersaing di ketatnya ekosistem industri modern maupun dunia akademik.




